Posted by: vennamelinda | 6 April 2009

Terima kasih Jatim 6

Halo bloggers,piye kabare? Apik aye tho? (Apa kabar ,baik 2 aja kan).aku mau ucapin terima kasih dan salut tuk masyarakat Tulung agung,Kediri,Dan Blitar panjenengan sedoyo.Selama krg lebih 6 x aku ,mas Ivan dsn mamaku ,sosialisasi baik itu ke komunitas ibu 2 senam,perdesaan,padepokan pencak silat,pesantren ,yayasan yatim piatu, komunitas ludruk,komunitas campursari,komunitas guru dsb.Satu moment dalam hidup aku yg ngga bs aku lupain adl senyuman dan tatapan mata mrk yg sedemikian tulus menerimaku layaknya “Bocahe Dewe,Dulure Dewe”,yg membuat tim kecil ku ini sgt di Wong KE!aku selalu mengingat ‘pesan moral’dari bhs tubuh mereka yg sgt Menghargai Tamu,Sopan Santun dlm pergaulan desa,dan Mempunyai fleksibilitas dlm berkehidupan;mereka hidup selalu optimis ,terbukti jarang sekali ada pengemis di pinggir 2 jalan,kebersihan di jalan 2 kota dan sifat gotong royong antar warga yg msh sgt kental,contoh wkt aku dtg ke setiap desa,mereka menyambut aku layaknya “Org penting,”mereka menyusun kursi atau tikar bareng,beli jajanan pasar dg cara siapa yg mampu ,Dialah yg membeli;tuk di nikmati 1 desa,kalo berbicara dgn teman ,selalu pake bahasa yg enak didengar telinga,dan selalu Ramah dgn Tamu spt aku ini,meski dlm rangka sosialisasi .tidak ada kondisi yg kesannya mereka “minta “sesuatu .Dan aku Inya Allah akan menyampaikan catatan sosialisasiku pada siapapun Caleg yg berhasil msk ke DPR tuk memperjuangkan Aspirasi dan Cita 2 masy Jatim 6,krn itulah Janjiku.Terahkir ,aku ingin mrk sehat terus, dan selalu dlm lindungan Allah SWT.Amin


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

Responses -

Umumnya seperti itulah sikap masyarakat pedesaan. Baik, menyenangkan. Herannya, kenapa banyak dari mereka yang malah pindah dan mencari penghidupan di kota? Apakah mereka ingin desa yang mereka tinggali berubah menjadi kota? Apakah kehidupan kota lebih baik dari desa? Padahal, masyarakat kota cenderung individualis, egois dan tak mau peduli dengan orang lain. Berdempetan rumah saja belum tentu saling kenal.

aaamiiiiinn..

baca aja …

ulfa

ok deh coyyy

Wong ndeso emang lugu, tidak neko2 dan tidak punya pamrih macem2. Tapi jangan dikira mereka bodo dan bisa dikibuli gitu aja.
Saya cuma heran, Kediri + Blitar aja luasnya dah melebihi Jkt. Anda bilang baru berkunjung 6x dan dah begitu yakin bahwa kondisinya ‘bagus sekali’ spt itu. Gimana kalo sampean turun misalnya di daerah nDelman, Mojo, Kediri yang jalan kesana satu2nya mesti jalan kaki, motorpun ga bisa lewat. Coba rasakan ‘pengalaman’ dahsyat itu bersama mereka disana. Dengan begitu, dunia Kediri, Tulungagung, dan Blitar akan lebih ‘lebar’ di mata Anda.
Adakah jg Anda dengar warga yg panennya tertimbun lumpur dari lahar dingin Kelud bulan Februari-Maret kemarin. Mungkin poster Anda tetap akan tersenyum sambil memampang tulisan ‘Pilihan Sehat’, sementara warga menangis karena perabot dapurnya lenyap ditelan banjir.
Selamat merenung, semoga Allah membukakan cakrawala berpikir kita, tidak sebatas di komunitas senam!

Baik, baik… terima kasih (matur nuwun), wah gak yangka kalo aku ketemu mbak yang datang ke tempat aku dilahirkan… he he he aku lahir di desa kecamatan NGUNUT, kab. Tulungagung. Dan tahun 1994 saya nikah dengan gadis BLITAR… sampe sekarang dikaruniai seorang putra umur 14 tahun… yes yes yes… biarpun sejak tahun 1986 aku cari kerja di Surabaya, kami sekarang tinggal di SIDOARJO, tapi tiap tahun… pasti MUDIK KE BLITAR… (orang tua saya sudah meninggal semua, tinggal tante, tapi adik perempuan saya di BLITAR, dan keluarga besar istri di lereng gunung KELUD…) YA YA itulah yang membuat kami bertiga selalu bertambah ’semangat hidup’ setiap mudik… walau kita berbagai macam agama (kami Kristen mereka Islam / muslim), tapi wong namanya keluarga…. kalo gak kumpul gak sreg…

Oke, kami doakan semoga mbak sukses, sehat semua sekeluarga… amin… amin…. (dadi wong ndeso iku uenakkk tenannnn).

smoga caleg yg terpilih,mendengar&melaksanakan harapan masy.jatim 6.sukses terus y mb

duch,,mbak vena njenengan niki piyantun pundi to,,kok fasih leh ngendiko jawi,,,,Hheemm,,,salut & sukses selalu kagem mbak vena njihh,,,Aamiieenn,,,

Mbak, kok dadi malah bingung, sosialisasi apa tha?

Aminnnn….

ya emang begitulah sikap “wong ndeso”, sikap yang penuh dengan ketulusan dan keikhlasan, sikap yang ‘teposliro”, “gayup rukun”.

Semoga keamanan dan ketenteraman juga dilimpahkan kepada Negara tercinta Indonesia Raya… Amiiiin

good

Whaduh jeng ?slirane masang gambar ayu-ayu tahun kapan jeng ? isih mempur tenan ,khabare keluarga piye,tentrem yo. Wis semono wae jeng, salam kagem misua lan ugi bocah-bocah .

[...] ini berawal ketika blognya mbk venna melinda tampil di blogstar di halaman muka blogdetik. Setelah baca2 dikit ternyata dia masuk DAPIL 6 JATIM, [...]

Amin semoga masih dalam lindungan Allah YME serta memberikan jalan kepada kita menuju kebaikan.

aminnnnn..
sukses terus ya ka venna :)

haloo apa kabar ?
salam kenal ya
saya mau berbagi nih
klik di :
http://kayadronline.cjb.net/

terima kasih atas perhatiannya

Semoga Mbak Venna ….., dapat menjalankan amanah rakyat dengan baik. amin

mbak, piye kabare setelah jadi dpr? masih sexy aja poto2ne….

Leave a response -

Your response:


Categories